Pasaman, SMK Negeri 1 Lubuk Sikaping terus berupaya mencetak lulusan yang siap kerja dengan melengkapi sekolah dengan fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis industri. Salah satu contoh nyata adalah Teaching Factory (TeFa) Busana “Saiyo” yang telah beroperasi sejak tahun 2019.
TeFa Saiyo dilengkapi dengan berbagai peralatan modern seperti mesin press, bordir, dan setrika uap yang setara dengan industri. Hal ini memungkinkan siswa untuk belajar langsung mempraktikkan keterampilan menjahit dengan menggunakan alat-alat yang sebenarnya digunakan di industri fashion.
“Keberadaan TeFa Saiyo merupakan bentuk nyata dukungan sekolah terhadap peningkatan keterampilan siswa,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Lubuk Sikaping, Muslim, M.Pd. “Melalui TeFa Saiyo, siswa kami belajar langsung memproduksi pakaian dengan alat dan teknologi terkini, sehingga mereka memiliki keunggulan saat terjun ke dunia kerja,” tambahnya.
Tidak hanya sebagai tempat praktik, TeFa Saiyo juga telah menerima berbagai pesanan, termasuk pembuatan seragam sekolah. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh siswa.
Keberhasilan TeFa Saiyo tidak lepas dari kepemimpinan visioner Kepala Sekolah Muslim dan dedikasi tim manajemen. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas dan program pembelajaran agar siswa dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan adanya TeFa Saiyo, SMKN 1 Lubuk Sikaping telah berhasil mengintegrasikan pendidikan dengan dunia industri. Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di dunia kerja.
Ke depannya, TeFa Saiyo akan terus dikembangkan untuk menjadi pusat produksi busana yang lebih besar dan lebih baik. Dengan demikian, SMKN 1 Lubuk Sikaping dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. *(Tim SMM)*
